Ceramah.Info - Di Lombok nggak tau siapa yg motori tapi katanya teman yg di sana ada demo penolakan HRS, meski yg demo seiprit. Demikian juga di Surabaya yg dimotori PDIP juga kemarin berdemo yg diikuti nggak sampai 100 orang kata teman, meski PDIP mengancam akan mengerahkan 10 ribu masanya untuk menghadang HRS pada besok Sabtu 28/1, bila HRS ke Surabaya.
Saya cuman mau nanya, mengapa PDIP reaktif sama HRS? INi Pilkada Surabaya, Lombok atau PIKADA DKI? Memangnya kalau HRS ke Surabaya dan Lombok mau menghimbau warga Lombok dan Surabaya untuk tidak pilih Ahok?
Kalau sudah begini siapa yg menciptakan perpecahan ? Saya mencoba lihat beberapa video ceramah HRS, nggak ada tuh dia mengucapkan Indonesia penduduknya harus Islam semua? Nggak ada tuh dia mau ganti Pancasila , Nggak ada tuh dia anti kebhinekaan . Malah yg saya dengar dengan jelas, dan masih belum lama, HRS mengatakan bahwa orang Islam Indonesia akan menjaga keutuhan NKRI dari Sabang sampai Mereoke, Islam akan hidup dengan kebhinekaan di Indoneia. Lalu mengapa HRS demikian kuat diframing sebagai manusia intoleran anti kebhinekaan?
Semua ini perkaranya hanya Ahok kan? Kalau mislanya PDIP tidak mendukung Ahok , apakah tetap akan memframing intoleran dan anti kebhinekaan buat HRS?
Coba semua kita luruskan lagi ya…HRS /FPI itu ,lahir dan markasnya di Jakarta. Kemudian bersama tokoh -tokoh lain (bukan hanya FPI) menginginkan Gubernur Jakarta itu muslim, karena mayoritas masyarakat Jakarta muslim. Ingin itu sama dengan maksa nggak? Kan boleh kalau kelompok atau orang punya keinginan!
Nah stop dulu sampai situ. Persoalanya simpel kan, HRS (tidak sendiri) bersama tokoh lain menyuarakan rakyat muslim Jakarta INGIN punya Gubernur muslim sesui dengan yg ada dalam surat Almaidah 51.
Sebetulnya persoalan tidak menjadi Ruwet kalau Ahok menghargai keinginan umat Islam dengan DIAM , tanpa mencela apalagi bicara soal kebenaran isi Ayat Almaidah 51. Tapi karena Ahok bereaksi seperti yg diucapakn di Kepulauan Seribu, maka muncul kasus penistaan agama. Dan ketika sudah menjadi masalah penistaan agama ini persoalnnya bukan lagi masalah Pilkada DKI, tapi persoalan umat seluruh Indonesia. Ini sebetulnya masalah personal Ahok vs umat Islam seluruh Indonesia, bukan Ahok sebagai Cagub yg diusung PDIP dll.
Persoalan menjadi lebih ruwet lagi, meski kasus penistaan agama sudah dilaporkan ke Polisi tapi tidak segera diproses . Baru setelah ada gerakan tiga kali yg hebat dari Umat puncaknya 212, kemudian Ahok ditetapkan sebagai tersangka. Dan meski sekarang sudah sidang ke-7, dan akan ke -8 Minggu depan, juga belum ada tanda-tanda ending-nya seperti apa, meski semua bukti jelas menunjukkan yg bersangkutan telah mengucapkan kalimat yg merendahkan atau menghina Al ‘quran. Ini tentu sangat beda dengan kasus sebelumnya, dimana orangyg menghina agama ditahan dulu baru diadili, dan langsung dipenjara.
Mungkin persoalan menjadi berlarut -larut karena Ahok Nyagub, dan kebetulan dia diusung partai pemenang pemilu yg juga mengusung Presiden. Namun mustinya kalau semua berpikirnya mau mendengarkan suara rakyat yg mayoritas umat muslim, mustinya egoisme partai bisa ditanggalkan, toh mereka bisa mencari calon lain pengganti misalnya. Mengapa memaksakan Ahok? Apakah kebhinekaaan akan runtuh , Aceh , Papua dll akan lepas kalau Gubernurnya DKI bukan Ahok?
Di sinilah sebetulnya muara persoalan , konpirasi berbagai kepentingan , termasuk berbagai mega proyek punya taipan dan punya seorang menteri tengah berjalan dan semua ada di tangan Ahok, sehingga kalau Ahok sampai tidak menjadi Gubernur , maka proyek ratusan trilyunan bisa berpotensi amblas, alias mangkrak, padahal mereka sudah investasi gede-gedean.
Sungguh sebuah ironi yg menyakitkan hati , terutama kami yg muslim , keinginan kami yg simpel , seperti halnya orang Bali yg ingin dipimpin Gubernur Hindu, dilebarkan sekarang kemana-mana, hingga seolah ada perpecahan dua kelompok di masyarakat, yaitu kelompok intoleran dan kelompok ultra nasionalis? Padahal kamilah yg nasionalis, yg mencintai Indonesia luar biasa. Beruntunglah HRS bisa menjadikan Islam di Indonesia bak gerbong kereta api tanpa sekat, karena seperti yg saya pernah tulis, kalau Islam bersatu maka kekuatannya akan MAHA DASHAT, baik dalam politik maupun ekonomi. Bukan hanya konspirasi politik yg melahirkan konspirasi ekonomi antara pejabat dan konglomerat yg bisa dilumat, namun Islam bersatu juga siap menghadapi negara mana pun yg akan melakukan invasi politik dan ekonomi ke negara kita.
Saat ini suka atau tidak suka , benci atau tidak benci harus diakui , HRS diterima semua golongan atau aliran umat Islam di Indonesia . Dan tentu kemudian semua pihak yg sudah KLEWAT NYAMAN baik Pejabat, Konglomerat maupun Asing akan berusaha keras dengan berbagai cara , lewat para komprador dan antek -antek, mereka akan terus memusuhi dan menumbangkan HRS, sehingga kekuatan Islam bersatu akan bisa dihancurleburkan lagi, dan rakyat pun mudah dijajah.
Semoga teman -teman yg minoritas legowo, dan malah mendukung kekuatan Islam bersatu untuk menuju Indonesia baru yg makmur, bukan Indonesia yg sepanjang masa dikangkangi konglomerat, hingga meski sudah merdeka 70 tahun, mayoritas rakyat masih miskin. Mari Islam dan non Islam bersatu untuk tidak saling curiga , jangan sampai perbedaan di antara kita dimanfaatkan para bandit penikmat rente di negeri ini dengan cara mengadu domba di antara kita. Dimana pada saat kita berdarah -barah berantem, mereka asyik merampok duit dan kekayaan alam kita. [GM]
Saya cuman mau nanya, mengapa PDIP reaktif sama HRS? INi Pilkada Surabaya, Lombok atau PIKADA DKI? Memangnya kalau HRS ke Surabaya dan Lombok mau menghimbau warga Lombok dan Surabaya untuk tidak pilih Ahok?
Kalau sudah begini siapa yg menciptakan perpecahan ? Saya mencoba lihat beberapa video ceramah HRS, nggak ada tuh dia mengucapkan Indonesia penduduknya harus Islam semua? Nggak ada tuh dia mau ganti Pancasila , Nggak ada tuh dia anti kebhinekaan . Malah yg saya dengar dengan jelas, dan masih belum lama, HRS mengatakan bahwa orang Islam Indonesia akan menjaga keutuhan NKRI dari Sabang sampai Mereoke, Islam akan hidup dengan kebhinekaan di Indoneia. Lalu mengapa HRS demikian kuat diframing sebagai manusia intoleran anti kebhinekaan?
Semua ini perkaranya hanya Ahok kan? Kalau mislanya PDIP tidak mendukung Ahok , apakah tetap akan memframing intoleran dan anti kebhinekaan buat HRS?
Coba semua kita luruskan lagi ya…HRS /FPI itu ,lahir dan markasnya di Jakarta. Kemudian bersama tokoh -tokoh lain (bukan hanya FPI) menginginkan Gubernur Jakarta itu muslim, karena mayoritas masyarakat Jakarta muslim. Ingin itu sama dengan maksa nggak? Kan boleh kalau kelompok atau orang punya keinginan!
Nah stop dulu sampai situ. Persoalanya simpel kan, HRS (tidak sendiri) bersama tokoh lain menyuarakan rakyat muslim Jakarta INGIN punya Gubernur muslim sesui dengan yg ada dalam surat Almaidah 51.
Sebetulnya persoalan tidak menjadi Ruwet kalau Ahok menghargai keinginan umat Islam dengan DIAM , tanpa mencela apalagi bicara soal kebenaran isi Ayat Almaidah 51. Tapi karena Ahok bereaksi seperti yg diucapakn di Kepulauan Seribu, maka muncul kasus penistaan agama. Dan ketika sudah menjadi masalah penistaan agama ini persoalnnya bukan lagi masalah Pilkada DKI, tapi persoalan umat seluruh Indonesia. Ini sebetulnya masalah personal Ahok vs umat Islam seluruh Indonesia, bukan Ahok sebagai Cagub yg diusung PDIP dll.
Persoalan menjadi lebih ruwet lagi, meski kasus penistaan agama sudah dilaporkan ke Polisi tapi tidak segera diproses . Baru setelah ada gerakan tiga kali yg hebat dari Umat puncaknya 212, kemudian Ahok ditetapkan sebagai tersangka. Dan meski sekarang sudah sidang ke-7, dan akan ke -8 Minggu depan, juga belum ada tanda-tanda ending-nya seperti apa, meski semua bukti jelas menunjukkan yg bersangkutan telah mengucapkan kalimat yg merendahkan atau menghina Al ‘quran. Ini tentu sangat beda dengan kasus sebelumnya, dimana orangyg menghina agama ditahan dulu baru diadili, dan langsung dipenjara.
Mungkin persoalan menjadi berlarut -larut karena Ahok Nyagub, dan kebetulan dia diusung partai pemenang pemilu yg juga mengusung Presiden. Namun mustinya kalau semua berpikirnya mau mendengarkan suara rakyat yg mayoritas umat muslim, mustinya egoisme partai bisa ditanggalkan, toh mereka bisa mencari calon lain pengganti misalnya. Mengapa memaksakan Ahok? Apakah kebhinekaaan akan runtuh , Aceh , Papua dll akan lepas kalau Gubernurnya DKI bukan Ahok?
Di sinilah sebetulnya muara persoalan , konpirasi berbagai kepentingan , termasuk berbagai mega proyek punya taipan dan punya seorang menteri tengah berjalan dan semua ada di tangan Ahok, sehingga kalau Ahok sampai tidak menjadi Gubernur , maka proyek ratusan trilyunan bisa berpotensi amblas, alias mangkrak, padahal mereka sudah investasi gede-gedean.
Sungguh sebuah ironi yg menyakitkan hati , terutama kami yg muslim , keinginan kami yg simpel , seperti halnya orang Bali yg ingin dipimpin Gubernur Hindu, dilebarkan sekarang kemana-mana, hingga seolah ada perpecahan dua kelompok di masyarakat, yaitu kelompok intoleran dan kelompok ultra nasionalis? Padahal kamilah yg nasionalis, yg mencintai Indonesia luar biasa. Beruntunglah HRS bisa menjadikan Islam di Indonesia bak gerbong kereta api tanpa sekat, karena seperti yg saya pernah tulis, kalau Islam bersatu maka kekuatannya akan MAHA DASHAT, baik dalam politik maupun ekonomi. Bukan hanya konspirasi politik yg melahirkan konspirasi ekonomi antara pejabat dan konglomerat yg bisa dilumat, namun Islam bersatu juga siap menghadapi negara mana pun yg akan melakukan invasi politik dan ekonomi ke negara kita.
Saat ini suka atau tidak suka , benci atau tidak benci harus diakui , HRS diterima semua golongan atau aliran umat Islam di Indonesia . Dan tentu kemudian semua pihak yg sudah KLEWAT NYAMAN baik Pejabat, Konglomerat maupun Asing akan berusaha keras dengan berbagai cara , lewat para komprador dan antek -antek, mereka akan terus memusuhi dan menumbangkan HRS, sehingga kekuatan Islam bersatu akan bisa dihancurleburkan lagi, dan rakyat pun mudah dijajah.
Semoga teman -teman yg minoritas legowo, dan malah mendukung kekuatan Islam bersatu untuk menuju Indonesia baru yg makmur, bukan Indonesia yg sepanjang masa dikangkangi konglomerat, hingga meski sudah merdeka 70 tahun, mayoritas rakyat masih miskin. Mari Islam dan non Islam bersatu untuk tidak saling curiga , jangan sampai perbedaan di antara kita dimanfaatkan para bandit penikmat rente di negeri ini dengan cara mengadu domba di antara kita. Dimana pada saat kita berdarah -barah berantem, mereka asyik merampok duit dan kekayaan alam kita. [GM]
Advertisement
