ads here

GMBI Serang FPI, Progres 98: Nyawa Ulama Terancam! Jokowi Mulai ‘Perangi’ Kelompok Kritis?

advertise here

www.Ceramah.Info - Kasus penyerangan anggota ormas GMBI pada aktivis Front Pembela Islam (FPI) di Bandung (12/01) usai pemanggilan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab di Mapolda Jawa Barat, mengundang reaksi keras umat Islam. Di sosial media pun muncul gerakan petisi pencopotan Kapolda Jabar Irjen Pol. Anton Charliyan, yang juga Ketua Dewan Pembina GMBI.

Ketua Progres 98, Faizal Assegaf, ikut mengingatkan bahwa kasus penyerangan atas santri FPI di Bandung dan kasus pelecehan atas KH Tengku Zulkarnain di Kalimantan Barat, jika tidak segera diatasi maka akan menyulut kemarahan ummat Islam.

Baca Juga: Ulama Minta Kapolda Jawa Barat Segera Dicopot!

“Apakah tindakan oknum Kapolda Jawa Barat atas arahan dan restu Istana? Dugaan itu dapat dibenarkan bila desakan mencopot Anton Charliyan diabaikan oleh Kapolri dan Presiden Jokowi!” tegas Faizal Assegaf di akun Facebook.

Faizal mengaitkan insiden itu dengan jamuan makan siang Presiden Joko Widodo dengan Ketum PBNU, KH Said Aqil Siradj di Istana Merdeka. “Sebuah jamuan spesial untuk membahas fenomena Islam radikal. Tidak lain, sasarannya adalah memfitnah solidaritas aksi Bela Islam yang belakangan ini membuat Istana kian panik,” tulis Faizal.

Baca Juga: Lagu Baru Ciptaan Ahmad Dhani "IMAN" membuat semangat bergelora

Menurut Faizal, ratusan ormas Islam, yang tergabung dalam GNPF-MUI, utamanya FPI, HTI, dan MUI, terkesan ingin dijadikan sasaran “kriminalisasi” untuk membungkam aspirasi ummat Islam.

“Tegasnya, Presiden Jokowi tampaknya mulai gelap mata dan bertindak represif untuk memerangi kelompok-kelompok kritis yang dianggap sebagai musuh politiknya,” tulis Faizal.

Sumber: intelijen
Advertisement
BERIKAN KOMENTAR ()